Ruhania Tour & Travel

Saya Pikir Umrah Itu Ribet, Ternyata… (Pernyataan Jujur Pak Andri di Bandara Soetta)

Pasti pernah merasa “gamang” saat memilih travel umrah kan?
Di satu sisi, ingin sekali menghemat karena biaya ibadah ke Tanah Suci lumayan besar. Di sisi lain, selalu ada perasaan takut: “Bagaimana kalau nanti tata tertib ibadah tidak sesuai?Bagaimana kalau fasilitasnya tidak seperti yang dijanjikan?”

Dilema inilah yang sempat dirasakan oleh Pak Andri dan Ibu Atikah, pasangan suami istri yang menjadi bagian dari Jamaah VIP Ruhania Tour & Travel keberangkatan 21 Januari 2026.

Saat ditemui tim kami di sela-sela waktu tunggu keberangkatan di Bandara Soekarno-Hatta, Pak Andri berbagi cerita jujur tentang perjalanan “batin” -nya sebelum akhirnya memantapkan hati memilih Ruhania

Godaan Harga Murah vs Ketenangan Hati

Seperti kebanyakan calon jamaah umrah lainnya, Pak Andri mengaku sempat melakukan riset mandiri untuk mencari paket hemat. Godaan angka-angka murah di internet memang sangat menarik untuk ditelusuri lebih lanjut.

“Jujur, saya sempat tergoda sih,” aku Pak Andri sambil tersenyum. “Saya cari-cari yang murah, ada tuh yang rutenya transit-transit, lewat Mumbai (India) pakai maskapai Indigo.”

Secara logika, angkanya memang menggiurkan. Namun, logika ibadah seringkali berbeda. Pak Andri mulai melakukan pengecekan lebih lanjut.

“Saya baca-baca review di internet, kok kayaknya banyak komplain ya? Saya jadi ragu. Khawatir ada apa-apa di jalan,” tambahnya.

Beliau sadar, ini bukan perjalanan backpacker seorang diri. Beliau membawa amanah besar: menjaga kenyamanan sang istri, Ibu Atikah, yang baru pertama kali akan menginjakkan kaki di Tanah Suci.

“Kalau saya sendiri mungkin bisa nekat. Tapi ini sama istri. Masa mau ambil risiko?” tegasnya.

Barisan koper jamaah Ruhania Tour & Travel yang tertata rapi di konter check-in Bandara Soekarno-Hatta

Prinsip “Ada Harga, Ada Kualitas”

Pepatah klasik itu akhirnya terbukti. Pak Andri tak ingin spekulasi soal harga yang hampir dipastikan bisa mengganggu ketenangan ibadahnya nanti. Beliau kembali pada prinsip dasar: Ibadah butuh ketenangan, dan ketenangan seringkali membutuhkan investasi yang pantas.

Pilihan akhirnya jatuh kepada Ruhania Tour & Travel. Alasannya sederhana namun fundamental: Rekomendasi dan Kepercayaan (Trust).

“Biasanya harus ada rekomendasi teman yang sudah jalan duluan. Kalau cuma lihat iklan di sosmed, rasanya belum percaya 100%,” ujarnya.

Ini membuktikan bahwa bagi jamaah cerdas seperti Pak Andri, kepastian fasilitas jauh lebih berharga daripada selisih harga promo yang penuh risiko.

Pengalaman Daftar Umrah Cuma 2 Minggu

Yang menarik, persiapan keberangkatan Pak Andri dan Ibu Atikah ternyata sangat singkat. Hanya dalam waktu dua minggu, semua urusan administrasi, visa umrah, hingga perlengkapan selesai tanpa drama.

“Prosesnya cepat aja sih. Karena mungkin faktor kedekatan komunikasi dengan tim Ruhania juga, jadi enak, ungkap Pak Andri dengan wajah lega.

Tidak ada drama dokumen yang hilang, tidak ada kepanikan visa belum terbit. Yang ada hanyalah rasa tenang karena tahu ada tim profesional yang mengurus detail-detail rumit di belakang layar

Pak Andri (kiri) dan Ibu Atikah (tengah), jamaah VIP Ruhania Tour & Travel, tersenyum bahagia saat proses keberangkatan didampingi oleh Ustadz Hidayat Rohim (kanan) di Bandara Soekarno-Hatta.

Pelajaran Penting untuk Calon Jamaah

Cerita Pak Andri dan Ibu Atikah adalah pengingat bagi kita semua yang sedang merencanakan perjalanan ke Baitullah.

Bahwa kadang, “Hemat” itu bukan berarti memilih angka termurah di brosur. Hemat yang sesungguhnya adalah menghemat energi dan emosi kita dari rasa was-was, agar bisa dialokasikan sepenuhnya untuk khusyuk beribadah.

Selamat jalan, Pak Andri dan Ibu Atikah. Semoga setiap langkah di Tanah Haram nanti menjadi penggugur dosa dan pemberat timbangan amal. Mabrur, insyaAllah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *